DLH Pamekasan Tutup Peringatan HPSN 2025 dengan Aksi Bersih-Bersih dan Edukasi Sampah

Struktur Organisasi

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, DLH Pamekasan menyelenggarakan dua program utama: aksi pembersihan dan edukasi mengenai pengelolaan sampah untuk pelajar. Ini merupakan upaya dari DLH untuk membantu masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

Kabid Pengawasan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Pamekasan, Buyung Sebastian, menyatakan bahwa dua kegiatan ini adalah bukti konkret dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya seremonial, melainkan juga langkah nyata untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya sampah yang tidak dikelola dengan baik. Hal ini diungkapkannya pada Selasa, 4 Maret 2025.

Pada bulan Februari 2025, upaya pembersihan dilakukan di dua lokasi utama: tepi sungai di Kelurahan Patemon, Kecamatan Pamekasan, dan tepi pantai di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa serta perangkat desa, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dan pemerintah kecamatan setempat untuk berkolaborasi.

Sebagai bagian dari program pendidikan, kunjungan langsung dilakukan ke tempat pembuangan akhir (TPA) Angsanah di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, untuk memberikan pemahaman kepada pelajar tentang bahaya sampah dan pentingnya pengelolaannya. Kami berharap melalui edukasi ini, para pelajar dapat memahami manfaat yang akan didapat jika sampah dikelola dengan baik.

“Kami telah melaksanakan empat kegiatan berangka ulang dalam proses ini, yang melibatkan mahasiswa dari Universitas Islam Madura dan siswa sekolah dasar,” dilanjutkannya.

Buyung berharap bahwa HPSN ini akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik. Dengan demikian, bersama-sama kita dapat membuat Pamekasan menjadi kabupaten yang bersih, aman, dan nyaman.

“Merawat bumi yang menjadi rumah kita adalah tanggung jawab bersama. Jika bukan kita yang melakukannya, lalu siapa lagi,” singkatnya dengan tegas.