Warga Protes Luapan Sungai Seret Sampah Masuk Pekarangan dan Sawah, DLH Bangkalan Beri Respon

Struktur Organisasi

Selama tiga hari terakhir, DLH Kabupaten Bangkalan telah bekerja keras untuk membersihkan sampah yang berserakan di pekarangan rumah, sawah, dan kebun cabe-jagung milik warga Desa Bandang Dajah, Kecamatan Tanjung Bumi.

Kendaraan truk pengangkut sampah masih sibuk dengan evakuasi sampah yang terbawa oleh banjir akibat hujan deras.

Tumpukan sampah yang berserakan di sekitar kita tidak hanya membuat mata terganggu, tetapi juga lingkungan sekitar yang kotor dan kumuh.

Namun, hal ini juga dapat menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu indera penciuman masyarakat yang terkena dampaknya.

“Beberapa hari yang lalu, sekitar setelah waktu Isya, terjadi kejadian di sini saat malam. Ada pembuangan sampah di lokasi ini, bukan dari sini tapi dari luar.”

Sebuah video berdurasi 46 detik menyebar di sejumlah grup WhatsApp, menampakkan warga yang frustasi dan menggunakan itu sebagai bentuk protes mereka.

Seorang pria berbicara dengan suara keras dan marah dalam Bahasa Madura. Tidak ada yang mau bertanggung jawab atas masalah ini, padahal sampah-sampah ini dibiarkan menumpuk di rumah-rumah penduduk. Siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan jika bukan kita sendiri?

Masalah ini berdampak pada kesehatan manusia, dan juga dapat menyebabkan kerugian pada pertanian karena penanaman benih yang baru.

Menurut Fathur, sampah yang masuk ke rumah warga menyebabkan bau tak sedap dan membuat air sumur tidak layak untuk dikonsumsi. Lebih dari 10 rumah di daerah tersebut terdampak oleh masalah ini.

Masyarakat yang terdampak oleh bau sampah yang terbawa air sungai di Kabupaten Bangkalan menerima permintaan maaf dari Plt Sekretaris DLH, Yudistira Adi Nugroho. Dia menyadari bahwa kondisi ini sangat mengganggu dan berjanji untuk bekerja keras memperbaiki situasi ini secepatnya.

Yudis, melalui pesan singkatnya, mengatakan bahwa “Desa Bandang Dajah” tetap harus menjaga kebersihan. Bisakah kita menirunya?

Menurut penjelasannya, proses evakuasi yang terjadi dalam tiga hari terakhir di Desa Bandang Dajah berhubungan dengan masalah sampah yang menyebar luas dan bahkan telah masuk ke lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Yudis: Saya meminta maaf kepada warga yang terdampak langsung oleh masalah kelimpahan sampah yang kami miliki di LH. Kami sudah berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan evakuasi sampah dari rumah-rumah warga dan sekitarnya.

Menurut Yudis, sekitar lima hingga enam rumah dari warga setempat terkena dampaknya. Untuk mengatasinya, mereka akan dipindahkan ke TPA di Bangkalan dan tidak akan lagi diletakkan di tempat ini.